SUPORTING DEVICES
1. Pengertian Supporting
Devices
Supporting Devices adalah perangkat tambahan
atau pendukung. Jika di tinjau dari segi keperawatan, maka dapat kita simpulkan
kalau supporting devices itu adalah perangkat tambahan yang digunakan dalam
dunia kesehatan pada para perawat dalam melakukan praktek.
2. Klasifikasi Supporting
Devices
Adapun klasifikasi Supporting Devices, yaitu:
· Alat
Bantu
Teknologi medis yang canggih merupakan alat atau perkakas
untuk para dokter, dan alat bantu akan mengurangi beban perawat. Kemajuan dalam
layanan medis, termasuk alat medis dengan sistem komputerisasi yang canggih,
melindungi jiwa banyak orang. Produk THK memenuhi standar realibilitas
tertinggi yang diperlukan untuk alat medis.
· Peralatan
Sinar X
Pemandu LM dan Cincin Roller Lintang kami digunakan untuk
pergerakan reseptor sinar X. Ini memungkinkan mesin sinar X untuk menggerakkan
unit transmiter dan penerima sinar ke arah manapun dan mengambil gambar dari
sudut manapun, tanpa bergantung pada posisi pasien. Saat produk THK digunakan,
getaran dan suara mesin juga dikurangi sehingga menghilangkan kekhawatiran
pasien. sinar X yang mampu melakukan penetrasi kedalam tubuh pasien.
· Peralatan
analisis otomatis hematologikal
Splina Bola dapat menekan getaran di ujung injektor saat
dihentikan, dan mur perubah sekrup geser memungkinkan terciptanya mekanisme
pengumpanan dengan kecepatan tinggi dan sangat mulus.
· Pemindai CT
sinar X medis
Pemindai CT sinar X merupakan perangkat tunggal yang
memindai keseluruhan tubuh pasien dan terdiri dari pemindai CT (Computed
Tomography/Tomografi Komputer) dan peralatan angiografi. Pada perangkat ini,
Pemandu LM THK digunakan di bagian gerakan longitudinal yang menggerakkan
pasien yang terbaring di tempat tidur selama proses pemindaian. Karena pemandu
tersebut dapat mengurangi getaran dan suara selama gerakan sistem, komponen ini
dapat menghilangkan kekhawatiran pasien.
· Fasilitas
mandi dengan penopang kursi roda elektrik
Splina Bola kami digunakan dalam fasilitas mandi dengan
pengangkat (lift) bertenaga listrik. Menggunakan poros splina sebagai batang
angkat memungkinkan desain fasilitas yang kompak.
· Robot
pendukung pembedahan
Selama pengobatan tulang, dokter menggunakan tekanan berat
untuk mengembalikan posisi tulang. Dosis radiasi yang diserap selama radiografi
juga menimbulkan masalah. Untuk mengatasi ini, robot pendukung pembedahan telah
dikembangkan. Dengan menggunakan pemandu LM dan aktuator dari THK.
· Handheld
Handheld adalah suatu alat yang membantu
perawat dalam melakukan asuhan keperawatan kepada klien, melalui pengumpulan
data, berkomunikasi dengan pasien, berkonsultasi dengan sesama perawat maupun
tenaga medis, mencari literatur terkait interaksi obat dan infus, sampai menganalisis
hasil laboratorium. Handheld yang digunakan dalam keperawatan
disebut Personal Digital Assistants (PDAs).
· Handheld Device
Handheld Device adalah mempermudah perawat
untuk mengakses sumber-sumber klinik, pasien dan sejawat melalui suara serta
pesan teks, serta mempermudah akses ke jaringan informasi sehingga penentuan
keputusan secara desentralisasi dapat dilakukan yang akan meningkatkan otonomi
perawat.
· Wireless Communication
Wireless Communication juga memudahkan
perawat untuk memperoleh hasil pemeriksaan laboratorium pasien atau melakukan
perubahan pesanan ke laboratorium, ketika masih berada di kamar pasien tanpa
harus kembali ke ruang perawat terlebih dahulu
3. Fungsi Klasifikasi Supporting
Devices
· Fungsi Sinar
X yaitu untuk melihat kondisi tulang serta organ tubuh tanpa melakukan
pembedahan pada tubuh pasien.
· Fungsi analisis
otomatis hematologikal yaitu untuk transportasi vertikal injektor
reagen dalam peralatan tes hematologikal.
· Fungsi CT
sinar X medis yaitu untuk diagnosis sistem sirkulasi.
· Fungsi penopang
kursi roda elektrik yaitu dalam fasilitas mandi dengan pengangkat
(lift) bertenaga listrik.
· Fungsi Robot
pendukung pembedahan yaitu robot pendukung pembedahan dapat menjadi
alat yang berdaya guna tinggi, dan juga membuat proxide ini menjadi kompak
untuk mendapatkan tingkat akurasi tinggi selama pembedahan, sehingga mampu
mensimulasi gerakan dokter yang dapat diandalkan.
· Fungsi Handheld yaitu mulai
meningkatkan kemampuan untuk berfikir kritis terkait tindakan keperawatan yang
diberikan kepada pasien sesuai dengan kondisi dan penyakit yang diderita oleh
pasien tersebut.
· Fungsi Handheld Device yaitu Handheld
device digunakan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien melalui
kemampuan mengakses informasi, mempermudah penghitungan, dan memperlancar
komunikasi.
· Fungsi Wireless Communication yaitu untuk
memperoleh hasil pemeriksaan laboratorium pasien atau melakukan perubahan
pesanan ke laboratorium.
4. Dampak Negatif Supporting
Devices
· Sinar X
Terlepas dari peranan Sinar X dalam menunjang informasi
diagnosis klinis, Sinar X ternyata memiliki sisi yang sangat perlu diperhatikan
secara khusus, yaitu berkaitan dengan efek negatif yang
ditimbulkan.
Perlu diketahui bahwa Sinar X dengan karakteristiknya
memiliki energi minimal sebesar 1 KeV = 1000 eV. Energi sebesar ini jika
berinteraksi dengan tubuh manusia tentunya dikhawatirkan akan memberikan dampak
negatif.
Ada beberapa kemungkinan peristiwa yang dapat terjadi,
ketika Sinar X berinteraksi dengan materi (tubuh manusia) dari sudut pandang
mikroskopis, yaitu hamburan Compton, hamburan Fotolistrik dan hamburan
Pair Production. Hamburan Compton terjadi karena Sinar X berinteraksi dengan
elektron yang terletak pada lintasan terluar, yang selanjutnya elektron ini
akan terlempar keluar dari atom.
Efek hamburan Compton umumnya terjadi pada rentang energi
sekitar 26 keV (kilo elektron volt) untuk diagnostik. Hamburan fotolistrik
terjadi ketika Sinar X berinteraksi dengan atom materi dan melemparkan salah
satu elektron sehingga mengakibatkan elektron lainnya, bergerak menuju lintasan
yang kehilangan elektron sambil melepaskan energinya.
Hamburan ini juga dapat terjadi pada energi untuk diagnostik.
Sedangkan hamburan pair production jarang sekali terjadi di bidang imaging
diagnostik karena membutuhkan energi Sinar X yang sangat besar 1,02 MeV (mega
elektron volt). Walaupun sudut pandang ini hanya dilihat secara mikroskopis,
secara makroskopis dikhawatirkan akan mengganggu kestabilan atom materi dan
menimbulkan kelainan pada sel tubuh manusia.
Ini perlu kehati-hatian dan pemilihan yang tepat dalam
penggunaannya di bidang medis. Walaupun secara empiris pasien yang diberikan
Sinar X pada level diagnostik medis di rumah sakit tidak mengalami gejala
ataupun tanda-tanda kerusakan jaringan. Namun gejala kelainan pada tubuh
manusia akan muncul jika diberikan Sinar X secara berlebihan. Oleh karena itu
paparan radiasi medis (diagnostik imaging) yang mengenai tubuh pasien
diharapkan sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan kebutuhan dalam imaging adalah
kualitas citra yang mampu menunjang diagnosis klinis yang diderita pasien
dengan tidak memberikan paparan radiasi yang berlebihan atau tidak dibutuhkan
kepada tubuh pasien.
· CT Scan
Ternyata radiasi alat-alat tersebut dalam waktu lama bisa
meningkatkan risiko terserang penyakit leukemia.
Sinar-X adalah suatu radiasi berenergi kuat yang tergantung
pada dosisnya, dapat mengurangi pembelahan sel, merusak materi genetik, dan
menimbulkan defek pada bayi yang belum dilahirkan. Sel-sel yang membelah cepat
adalah paling sensitif terhadap paparan sinar-x. Bayi dalam perut ibu sensitif
terhadap sinar-x karena sel-selnya masih dalam taraf pembelahan dengan cepat, dan
berkembang menjadi jaringan dan organ yang berbeda-beda. Pada dosis tertentu,
paparan sinar-x pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran atau cacat pada
janin yang dikandungnya, termasuk kemungkinan terjadinya kanker pada
usia dewasa.
Memang sebagian besar prosedur pemaparan sinar-x
menghasilkan radiasi yang relatif ringan. Namun sebagai langkah jaga-jaga,
penggunaan sinar-x pada wanita hamil kecuali benar-benar perlu,harus dihindari.
Wanita yang melalui pemeriksaan rontgen sebelum mengetahui status kehamilannya
harus berbicara kepada dokternya.
CT Scan memang bisa memberikan hasil tes medis secara cepat
dan rinci. Beberapa penyakit pada anak seperti radang paru atau patah tulang
juga membutuhkan alat-alat pemindai kesehatan untuk diagnosis yang lebih akurat.
Tetapi para ahli juga mengingatkan bahaya terselubung yang
mungkin timbul. Pada anak-anak, paparan sinar-X tiga kali atau lebih akan
meningkatkan ancaman leukimia. "Menghindari atau mengurangi paparan
radiasi sangat penting," kata Patricia Buffler, dari Univesitas Berkeleys
School of Public Health, Amerika.
Dalam penelitiannya, ia mengamati catatan medis 711 anak
berusia maksimal 14 tahun yang didiagnosa leukimia limfoid akut di California
antara tahun 1995-2008. Ia membandingkannya dengan data anak yang tidak
menderita leukimia.
Secara umum peningkatan risiko leukimia pada anak memang
tidak terlalu besar. Dari 100.000 anak, ada 4 yang terkena leukimia. Namun,
meski kasus kankernya kecil, tetap saja risikonya ada. Buffler menjelaskan,
radiasi yang terdapat dalam sinar-X membuat sel-sel dalam tubuh bermutasi dan
menciptakan kanker. CT-Scan yang belakangan ini sangat populer memiliki tingkat
radiasi yang lebih tinggi.
Pemajanan medan elektromagnet yang terlalu sering diduga
meningkatkan risiko kanker. Demikian studi terbaru yang dipublikasikan dalam
jurnal ilmiah New England Journal of Medicine.
Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan survei terhadap
950.000 pasien. Hampir 70 persen pasien pernah mengalami sekurangnya satu kali
prosedur pencitraan yang membuat mereka terpajan. Dalam waktu tiga tahun
selanjutnya, diketahui mereka menderita kanker.
· Robot
pendukung pembedahan
Robot laba-laba ini diharapkan dapat berjalan sepanjang
lintasan DNA. Dengan menggunakan alur yang sesuai dengan urutan, robot dapat
dibuat untuk berjalan, berbelok ke kiri atau kanan sesuai alur untaian DNA.
Tubuh robot ini terdiri dari protein yang biasa disebut streptavidin. Melekat
padanya kaki tiga 'enzimatik DNA' untai tunggal yang mengikat dan kaki
keempatnya adalah untaian yang membawa laba-laba ke titik awal.
"Setelah robot dilepaskan dari pemicu, maka ia akan
mengikat kemudian memotong untaian DNA," ujar Milan Stojanovic selaku
ketua tim proyek. Setelah untaian dipotong, kaki robot mulai meraih jalur dan
mencocokan DNA. dengan ini, robot dipandu ke jalur yang ditetapkan oleh
peneliti.
Untuk melihat robot ini bergerak, para peneliti menggunakan
mikroskop kekuatan atom. Robot ini bisa mencatat tanda-tanda penyakit pada
permukaan sel, menentukan sel itu adalah kanker, menghancurkan sel kanker
bahkan robot itu bisa memberikan senyawa untuk membunuhnya. Rupanya 'DNA
berjalan' ini sudah dikembangkan sejak dulu, namun mereka tak pernah mencapai
prestasi seperti saat ini. "Robot itu bisa berjalan hingga 100 nanometer
atau sekitar 50 langkah," ungkap Profesor Yan asal Arizona State
University.
"Ini pertama kalinya sistem mesin nano digunakan untuk
melakukan operasi. Sebuah kemajuan penting dalam evolusi teknologi DNA,"
kata Lloyd Smith dari University of Wisconsin, Madison. Hampir 6 miliar
poundsterling diinvestasikan dalam penelitian dan pengembangan produk nano di
seluruh dunia.